banner



Sony Alpha Nex 6 Vs A6000

Sony NEX 6 merupakan salah satu kamera jenis mirrorless terbaru dari Sony yang  diumumkan bulan September tahun lalu. Desain bodi kamera NEX 6 mirip dengan "abangnya" NEX 7. Ada beberapa perubahan yang cukup menarik dan positif yaitu NEX six kini dilengkapi dengan kenop fashion, sehingga tidak perlu masuk ke dalam menu untuk mengganti fashion kamera. Di kenop mode terdapat beberapa manner standar seperti mode otomatis, prioritas apertur, prioritas shutter speed, manual dan beberapa mode praktis lainnya termasuk way panorama yang populer untuk merekam pemandangan yang lebar. Salah satu highlight dari NEX 6 adalah fitur Wi-Fi. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengirimkan foto/video tanpa kabel ke perangkat lainnya seperti ponsel atau tablet.

Mode Panorama

Ukuran dan desain Sony NEX half-dozen relatif kecil dan ringan dibanding dengan kamera DSLR, tapi jika dibandingkan dengan kamera compact, NEX six terlihat jauh lebih besar terutama saat dipasangkan dengan lensa telefoto. NEX 6 memang lebih menyerupai sifat-sifat kamera DSLR karena bisa mengganti lensa dan memiliki sensor ukuran APS-C yang setara dengan sebagian besar kamera DSLR di pasaran.

Desain Sony NEX 6 lebih mirip ke gaya modern minimalis daripada tradisional seperti kamera DSLR. NEX half dozen tidak memiliki punuk jendela bidik optik layaknya kamera DSLR. Badan kamera kokoh karena terbuat dari logam magnesium alloy. Ada juga bagian yang menonjol di bagian kanan kamera yang berguna sebagai pegangan. Hal tersebut membuat penggunaan NEX half dozen menjadi nyaman.

Berbeda dengan "adiknya" NEX 5 yang tidak memiliki jendela bidik, NEX 6 memiliki jendela bidik elektronik yang beresolusi tinggi yaitu 2.4 juta titik, sama seperti yang dimiliki NEX 7. Jendela bidik elektronik ini cukup mulus, jernih dan tajam di kondisi cahaya yang terang maupun gelap. Teknologi jendela bidik ini adalah yang terbaik saat ini. Meski sebagian orang lebih menyukai mengunakan layar LCD untuk membingkai foto, jendela bidik elektronik ini memberikan alternatif untuk fotografer yang terbiasa mengunakan jendela bidik, terutama yang sebelumnya mengunakan kamera DSLR. Mengunakan jendela bidik dapat membuat kamera lebih stabil. Tapi sisi negatifnya akan menguras baterai lebih cepat dibandingkan dengan mengunakan layar LCD.

Hal yang menarik lainnya dari NEX 6 adalah adanya hot shoe universal. Hot shoe ini memungkinkan kita mengunakan lampu kilat eksternal atau aksesoris lain yang memiliki hot shoe universal yang biasanya diproduksi oleh pihak ketiga. Sebelum ini, pengguna kamera Sony dibatasi hanya bisa mengunakan aksesoris yang memiliki hot shoe ekslusif Sony saja.

NEX 6 juga dilengkapi dengan LCD yang dapat dimiringkan maksimum 90 derajat ke bawah dan 45 derajat ke atas untuk membantu membingkai foto di sudut rendah (low angle). Sayangnya layar ini tidak bisa diputar ke samping dan tidak memiliki fungsi layar sentuh (touchscreen). NEX 6 memiliki lampu wink kecil yang uniknya cukup fleksibel untuk diarahkan ke atas. Fungsinya adalah untuk dipantulkan ke langit-langit sehingga cahaya yang jatuh ke subjek foto atau ruangan menjadi lebih lembut.

Lensa baru xvi-50mm f/3.5-5.vi OSS tidak seperti lensa tradisional pada umumnya, karena memakai mekanisme power zoom dan focus by wire. Saat kita ingin melakukan zoom, kita tinggal menggeser tuas atau memutar barrel lensa. Motor fokus otomatis akan menggerakkan elemen-elemen lensa. Desain ini memungkinkan ukuran lensa yang tidak terlalu panjang sehingga lebih seimbang dengan ukuran kamera Sony NEX half dozen. Kelemahan desain ini adalah kecepatan zoom yang sedikit lebih lambat dan memakai tenaga baterai. Selain itu, saat menghidupkan kamera, kita harus menunggu sebentar untuk menunggu lensanya memperpanjang diri. Saat memotret dengan format RAW di 16mm, lensa ini memiliki vinyet dan distorsi yang cukup mengganggu. Dengan format JPG, hal ini tidak masalah karena dikoreksi secara otomatis melalui software di kamera. Meskipun tidak sempurna, lensa ini sangat praktis untuk penyimpanan karena ukurannya yang pendek.

Kualitas foto NEX 6 setara dengan kamera DSLR generasi sekarang karena mengunakan sensor dengan ukuran yang sama. Perbedaan utamanya dengan NEX 7 terletak di resolusi fotonya. NEX vi memiliki sensor 16 MP, sedangkan NEX 7 memiliki sensor 24 MP. Meskipun hanya xvi MP, foto yang dihasilkan tajam dan menyimpan detail yang cukup lengkap saat memotret dengan ISO rendah (100-400). Di ISO 800 noise mulai muncul dan ketajaman foto mulai berkurang. Tapi foto di ISO 3200 masih layak untuk dinikmati untuk web atau dicetak dengan ukuran kecil.

Saat menguji NEX vi, saya mendapati salah satu scene mode yang bernama twilight way cukup menarik. Saat mengunakan mode ini, kamera akan otomatis menjepret sebanyak 4 kali berturut-turut dan kemudian menggabungnya sehingga noise yang timbul tidak terlalu banyak. Menurut pengamatan saya, hasilnya cukup bagus meskipun ISO yang digunakan sangat tinggi (6400).

Operasi kamera cukup mudah karena menu-menunya terbagi dengan cukup jelas; kamera, kualitas gambar, warna dan kecerahan, setup, WiFi dan playback. Pengorganisasian carte du jour Sony ini cukup rapi sehingga tidak sulit menemukan setting yang ingin diubah. Meski tidak memiliki fitur layar sentuh, adanya beberapa tombol dan kenop memudahkan akses ke setting yang sering digunakan.

Respon kecepatan kamera ini juga cukup cepat meskipun tidak sekejab. Adanya animasi singkat menimbulkan sedikit jeda. Secara normal, kamera ini bisa memotret tiga foto berturut-turut, dan bisa didorong ke 12 foto per detik dengan mode prioritas kecepatan. Di mode tersebut, eksposur dan fokus terkunci di foto pertama dan tidak bisa diubah di foto-foto selanjutnya. Sistem autofokus hybrid (perpaduan deteksi kontras dan deteksi fasa) terbukti mumpuni karena kecepatan autofokus hampir sama dengan sistem fokus kamera DSLR yang sudah teruji.

Sony NEX half-dozen merupakan kamera NEX generasi baru yang memiliki fitur yang lengkap untuk pemula maupun fotografer amatir yang serius. Meski ada sedikit kelemahan seperti kecepatan zoom dan kinerja yang tidak secepat kamera DSLR canggih, tapi fitur-fitur yang lengkap, kualitas foto yang baik, dan yang terutama karena ukurannya yang relatif kecil dan ringan, kesemuanya membuat pengalaman fotografi kita menjadi lebih menyenangkan dan praktis.

Kelebihan

  • Ukuran kecil dan ringan
  • Kualitas foto bagus
  • Fitur lengkap
  • Hotshoe universal
  • Jendela bidik beresolusi tinggi
  • Akuisisi auto fokus cepat
  • Rentang ISO lebar, sampai 25600
  • Indikator baterai jelas dan akurat

Kekurangan

  • Charge baterai harus melalui kamera
  • Kamera terasa agak panas saat dipakai dalam jangka waktu lama
  • Tidak ada pengaturan ISO maksimum saat AUTO ISO aktif
  • Penggunaan layar dan jendela bidik menguras baterai
  • Kualitas lensa yang dipaketkan kurang baik terutama di 16mm ada distorsi dan vinyeting

Kota Tua Jakarta, ISO 6400, 27mm, f/4.5, 1/twoscore detik – Twilight Manner

—————————-
Yuk ikuti jelajahi potensi kamera mirrorless dan belajar setting dan fitur bersama Sony Alpha – 9 Agustus 2014. Daftar 0858 1318 3069 / infofotografi@gmail.com

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Instagram: enchetjin

Source: https://www.infofotografi.com/blog/2013/03/sony-nex-6-review/

Posted by: spraguewithery.blogspot.com

0 Response to "Sony Alpha Nex 6 Vs A6000"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel